Senin,
28 Maret 2016, berlokasi di ruangan 201B Gedung Lama Pascasarjana UNY. Perkuliahan
matematika model dimulai pukul 9.20. Profesor mengawali perkuliahan dengan
meminta kami untuk mengumpulkan tugas minggu lalu mengenai struktur dan
matematika. Setelah semua tugas dikumpul, Profesor membuka perkuliahan dengan
berdoa menurut kepercayaan masing-masing.
Pada
pertemuan ini yang kami mendapat teguran untuk membuat penomoran tugas untuk
membedakan dan menunjukkan progress
dari setiap tugas yang kami kumpulkan tiap minggunya. Kemudian Profesor
mengingatkan kami bahwa minggu depan akan dilaksanakan ujian tengah semester,
dengan topik utamanya adalah tulisan kami mengenai struktur.
Kemudian
Profesor memberi kami kebebasan apakah akan mengganti topik untuk minggu depan,
atau menggunakan topik minggu ini yang kemudian diperbaiki berdasarkan saran
Profesor. Inilah filsafat. Bahwa tidak ada batasan dalam pemikiran dalam
filsafat. Kebebasan yang diberikan Profesor mengenai aturan tugas menunjukkan
ciri filsafat yang menjadi dasar pemikiran beliau. Tidak ada aturan khusus
dalam setiap penugasan yang diberikan beliau. Karena substansi penulisan ini
bersifat bebas dan merdeka.
Aturan
yang ada adalah kami wajib mengekstensikan dan mengintensifkan pemikiran kami
mengenai topik yang akan diambil. Misalnya nilai yang diambil oleh teman saya
Monica. Profesor memberi masukan dimulai dari zaman filsafat yang diambil,
sebaiknya jangan dimulai dari zaman abad ke 19, karena nilai sesungguhnya sudah
ada pada zaman jauh sebelum itu. Bahkan sejak manusia pertama kali diturunkan
ke bumi. Nilai sudah ada saat itu. Benar salah, baik buruk, merupakan wujud
adanya nilai di kehidupan kita.
Nilai
secara luas dapat berwujud berbagai hal. Laki-laki, perempuan juga merupakan
value. Kemudian Profesor menagih Hermenetika dan timeline penulisan yang kami buat. Dimulai dari awal zaman sampai
sekarang, siapakah filsuf yang menggagasnya, kapan digagas, dan darimana
sumbernyam, apakah dari artefak atau buku, ataukah penuturan dari orang lain.
Plato
merupakan sumber daripada nilai. Karena Plato adalah muridnya Socrates, dimana
Socrates tak pernah membuat buku hasil pemikirannya. Plato sebagai muridlah
yang kemudian menuturkan ajaran sang guru. Dimulai dari kata-kata, dan gaya
hidup Socrates. Ini salah satu contoh ekstensif dan intensif pikiran mengenai
nilai.
Intensif
dan ekstensif kerat kaitannya dengan struktur. Karena Hermenetika sendiri
adalah struktur. Struktur yang kita miliki beragam macam, mulai dari normatif,
formatif, material, spiritual. Value dalam
arti material artinya bagaimana kita memahami value itu sendiri. Value dalam
arti formal, formal menata hubungan antar value
, puncaknya UUD 1945 misalnya yang menata nilai-nilai kenegaraan. Value dalam arti normatif dimana
termasuk dalam filsafat, terdiri dari ontologis, epistemologis dan estetika. Value dalam arti spiritual adalah
dibalik value ada value yang lain dan begitu seterusnya.
Profesor selanjutnya
memberikan saran-saran berkelanjutan untuk tugas ujian tengah semester kami.
Untuk tugas ini saya sudah punya ide untuk struktur yang akan saya pilih. Tapi
karena filsafat sangat luas dan dalam, serta memiliki faktor ruang dan waktu
sebagai pembedanya, maka saya
membutuhkan banyak sekali referensi untuk mengembangkan struktur
ontologis ini.