Kamis, 21 April 2016, berlokasi di Gedung Lama Pascasarjana UNY. Perkuliahan hari itu
dimulai pukul 15.30 wib. Perkuliahan hari ini adalah membahas tugas yang
diberikan pada dua minggu sebelumnya tentang unsur ontologis. Ini adalah tugas
kedua setelah tugas sebelumnya yang merupakan pengganti UTS.
Sama
seperti tugas sebelumnya, kali inipun Profesor membaca satu-persatu dengan
cepat tugas kami masing-masing. Kemudian disetiap tugas tersebut Profesor
memberikan masukkannya. Diantara masukkan itu tetap terselip makna bahwa
filsafat objeknya adalah yang ada dan yang mungkin ada. Penilaiannya terbentang
luas dalam ruang dan waktu. Tak henti-hentinya Profesor mengingatkan kami untuk
mengitensif dan ekstensifkan tulisan kami ini. Jangan terkukung pada satu teori
saja. Kali ini juga diingatkan kembali mengenai tata cara penulisan yang benar
dalam membuat paper unsur ontologis
ini. Bagaimana menulis kutipan yang benar serta bagaimana susunan penulisan
yang tepat.
Sebuah
tulisan yang baik adalah tulisan yang dimulai dengan pemilihan topik yang
tepat, misalnya untuk unsur ontologis ini maka topik yang tepat adalah unsur
yang benar-benar merupakan dasar dari suatu hal. Misalnya “bahagia”, sebenarnya
bahagia ini bukan merupakan unsur dasar, ada “senang” yang merupakan unsur
lebih dasar daripada bahagia. Oleh karenanya akan lebih tepat jika dipilih
topik mengenai senang. Namun Profesor mengizinkan jika memang ingin mengangkat
topik “bahagia” asalkan strukturnya jelas.
Struktur
yang jelas disini maksudnya adalah struktur dengan timeline yang jelas pula dan
tidak plagiat tentunya. Timeline tersebut
harus membentang secara ruang dan waktunya. Berjalan dari masa ke masa dan
disesuaikan dengan pendapat filsuf pada masanya. Jadi harus dibahas dari masa
terdahulu hingga sekarang.
Selain
itu, struktur dari unsur ontologis itu juga harus meliputi dimensi material,
formatif, normatif dan spiritual dari unsur tersebut. Jadi tidak hanya ruang
dan waktunya saja yang perlu diekstensif dan intensifkan, namun juga keempat
dimensi tersebut harus dijabarkan satu per satu. Dalam menjelaskan atau menguak
unsur ontologis juga perlu diperhatikan bagaimanakah atau sejak kapankah
istilah dari unsur tersebut mulai digunakan atau bagaimana munculnya.
Misalnya
adalah topik “bahagia”. Seperti apakah orang dari jaman yunani kuno hingga
sekarang mengartikan “bahagia”, bagaimanakah bentuk “bahagia” dari setiap
jaman, dan apakah penggunaan kata “bahagia” sudah ada sejak dahulu kala.
Pertanyaan-pertanyaan ini merupakan pertanyaan mendasar dan bukan satu-satunya
yang dapat dijadikan landasan dalam mengulas suatu topik unsur ontologis.
Selain
dari dimensinya, unsur ontologis ini dapat dikaitkan dengan berbagai bidang
ilmu. Misalnya topik “adil”. Adil dapat ditelusuri dari berbagai bidang ilmu.
Bagaimanakah makna adil menurut ilmu agama, ilmu ekonomi, ilmu etika, ilmu
sosial dan lain sebagainya. Profesor mengingatkan lagi tentang Hermenetika.
Segala yang berinteraksi secara ontologis itulah wadah dan isinya.
Suatu tulisan yang baik
adalah tulisan yang disusun dengan baik pula, serta dengan pemilihan topik yang
tepat. Namun Profesor mengingatkan kembali, bahwa tulisan yang bagus diawali
dengan keikhlasan dalam menulis. Karena dengan ikhlas kita terhindar dari
pikiran dan sifat negatif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar