Senin,
21 Maret 2016, berlokasi di ruangan 201B Gedung Lama Pascasarjana UNY. Perkuliahan
matematika model dimulai pukul 9.20. Profesor mengawali perkuliahan dengan meminta
kami untuk mengumpulkan tugas minggu lalu mengenai struktur dan matematika. Setelah
semua tugas dikumpul, Profesor membuka perkuliahan dengan berdoa menurut
kepercayaan masing-masing.
Matematika
model terkait dengan yang namanya ekstensi dan intensi. Ekstensi itu ada
banyak, contohnya ekstensi dalam bidang waktu adalah timeline atau sesuai dengan sejarahnya. Artinya setiap hal dalam
sejarah itu diekstensikan dalam ruangnya. Sedangkan intensi membahas mengenai
kedalamannya.
Perkuliahan
hari ini membahas tugas yang diberikan minggu lalu mengenai struktur. Profesor berkata
ambilah unsur ontologisnya, unsur terdalam. Ibarat pohon, jika anda mengambil
bunganya, akan sulit bagi anda untuk mencapai akarnya. Namun sebaliknya, jika
diambil akarnya maka akan mudah mendapat bunganya.
Matematika
itu adalah dahan. Artinya dalam filsafat dikatakan matematika adalah ilmu
bidang. Oleh karenanya, untuk tugas struktur ini lebih baik jika mengambil
unsur ontologisnya daripada mengambil bidangnya, yaitu matematika, yang terlalu
luas jika akan diekstensi dan intensikan berdasarkan ruang dan waktunya.
Dari
unsur ontologis yang sederhana dan mendasar ini dapat dikembangkan kemudian
kepada matematika dan pembelajaran matematika. Untuk statistika misalnya, ada
data sebagai unsur dasarnya. Unsur ontologis yang sedehana ini nantinya dapat
dipecah lagi. Tentu butuh pengetahuan untuk mengubah unsur sederhana ini
menjadi lebih bermakna. Jenis pengetahuan yang dapat dipilih yaitu pengetahuan
klasik atau modern. Tergantung kita akan menggunakan pengetahuan yang mana.
Untuk
penilaian tugas struktur ini, yang dilihat adalah sejauh mana ekstensi mengalir
ke timeline jaman dan tuntunan
pemikiran filsuf yang ada. Kemudian dilihat juga mengenai intensi, atau
kedalamannya. Pilar filsafat adalah hakikatnya. Kemudian dilihat epistemologi
dan estetikanya yang juga dituntun oleh pemikiran filsuf.
Tugas
ini sesungguhnya merupakan simulasi hidup kita sehari-hari. Bahwa unsurnya
adalah sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. Jadi apapun topiknya, silahkan
ditransformasikan berdasarkan kata bendanya atau kata sifatnya. Contoh topik
yang menarik adalah tentang pikiran. Pikiran itu adalah potensi, kita berpikir
dari sejak lahir hingga sekarang, terus saja kita berpikir. Topik ini dapat
dikembangkan dengan mengkaji pendapat filsuf mengenai pikiran.
Setiap
topik yang dipilih harus dikembangkan seluas-luasnya dengan dasar yang jelas. Misalnya
akan dijelaskan berdasarkan timeline, dimulai
dari jaman yunani kuno hingga saat ini, misalnya. Karena ini adalah filsafat
jadi sifatnya komprehensif. Pikiran di dalam pikiran, pikiran di luar pikiran. Pikiran
tentang siapa yang membicarakannya dan bagaimana membicarakannya, dan terus
mengalir berdasarkan ruang dan waktunya.
Bagi saya, tugas ini
merupakan tantangan tersendiri. Karena pikiran manusia terus saja berubah,
entah mengapa ide yang datang juga terus berganti. Hari ini saya ingin membahas
mengenai A, besok saya tertarik untuk membahas B. Alhasil, hingga saat ini pun
belum ada ide matang yang lahir dari pemikiran saya. Semoga tugas ini bisa saya
dan teman-teman lainnya kerjakan dan kumpulkan tepat waktu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar